D. Hukum Pascal
Pada penjelasan materi fluida sebelumnya, tekanan pada suatu kedalaman fluida pada tabung terbuka yang permukaan fluida bersentuhan dengan atmosfer besarnya tekanan adalah total dari tekanan atmosfer dan tekanan hidrostatis. Peristiwa semacam ini adalah contoh dari hukum Pascal. Hukum Pascal : tekanan yang bekerja pada fluida tertutup diteruskan, tanpa berkurang sama sekali, ke semua titik fluida dan dinding-dinding wadahnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut:

Pada gambar C-4 berupa tabung pipa berbentuk U yang pada bagian kiri diberi piston (dapat bergerak) dan pada sebelah kanan diberi tutup. Pipa tersebut berisi fluida penuh. Luas penampang pipa sebelah kiri jauh lebih kecil dibanding luas penampan pipa sebelah kanan. Pada piston sebelah kiri dikerjakan suatu tekanan yang besarnya P1 = F1/A1. Sesuai dengan hukum Pascal, tekanan tersebut diteruskan ke setiap titik dalam fluida dan dinding-dinding wadahnya, yang artinya pada kedalaman h pada tabung tersebut mempunyai tekanan sebesar Ph = P1 + ρh[latex]{\normalsize g}[/latex]. Pada bagian tabung sebelah kanan yang mempunyai ketinggian fluida yang sama, yang artinya tidak terdapat perbedaan kedalaman h, maka tekanan pada tutup tabung sebelah kanan sama dengan tekanan pada tutup tabung sebelah kiri (P2 = P1). Dengan demikian, kita dapatkan persamaan,
[latex]{\Large P_{1}=P_{2}\Rightarrow {\huge \frac{F_{1}}{A_{1}}=\frac{F_{2}}{A_{2}}}}[/latex] Persamaan D-1
keterangan :
F1 = gaya pada pipa 1 (N)
A1 = luas penampang pipa 1 (m2)
F2 = gaya pada pipa 2 (N)
A2 = luas penampang pipa 2 (m2)
Dari persamaan C-1 dapat kita pahami bahwa untuk memperolah gaya sebesar F2 hanya diperlukan gaya yang kecil sebesar F1 dengan faktor A2/A1. Hukum Pascal ini diterapkan pada berbagai teknologi yang dapat memudahkan manusia. Contohnya adalah dongkrak hidrolik, rem hidrolik, mesin hidrolik pengangkat mobil, dan lain-lain.

